Senin, 29 Oktober 2012

JARINGAN KOMPUTER

IDENTIFIKASI PENGENDALIAN PADA SISTEM KEAMANAN JARINGAN Pengertian : Keamanan jaringan adalah proses untuk melindungi sistem dalam jaringan dengan mencegah dan mendeteksi penggunaan yang tidak berhak dalam jaringan. Untuk mengendalikan keamanan, yang harus diperhatikan adalah komponen-komponen yang memberikan andil dalam resiko ( risk management ), komponen tersebut adalah : 1. Assets ( Aset ) Hardware Software Dokumentasi Data Lingkungan Manusia 2. Threats ( ancaman ) Pemakai Teroris Kecelakaan Crackers Penjahat kriminal Intel luar negeri 3. Vulnerabilities ( kelemahan) Software bugs Hardware bugs Radiasi Keteledoran Media penyimpanan Usaha untuk mengatasi masalah tersebut adalah dengan melakukan : Usaha untuk mengurangi Threats Usaha untuk mengurangi Vulnerabilities Usaha untuk mengurangi impact Mendeteksi kejadian yang tidak bersahabat ( hostile event ) Recover ( pemulihan ) Kejahatan Komputer : Menurut David Icove, berdasarkan lubang keamanan, keamanan dapat diklasifikasikan menjadi 4, yaitu : Keamanan yang bersifat fisik ( physical security ), termasuk dalam keamanan ini adalah akses orang ke gedung, peralatan dan media yang digunakan Keamanan yang berhubungan dengan orang ( personel ), termasuk dalam hal ini adalah identifikasi dan profil resiko orang yang mempunyai akses (pekerja). Keamanan dari data dan media serta teknik komunikasi, termasuk dalam kelas ini adalah kelemahan yang digunakan untuk mengelola data. Contoh seorang kriminal menjalankan virus. Keamanan dalam operasi, yang termasuk dalam kelas ini adalah prosedur yang digunakan untuk mengatur dan mengelola sistem keamanan, dan juga termasuk prosedur setelah penyerangan. Aspek Keamanan : Keamanan komputer ( computer security ) meliputi 4 aspek pokok : Privacy / Confidentiality, adalah usaha untuk menjaga informasi dari orang yang tidak berhak mengakses. Dalam privacy penekanan lebih pada data data yang sifatnya privat ( contoh ; email ), sedangkan Confidentiality biasanya berhubungan dengan data yang diberikan kepada pihak lain untuk keperluan tertentu. Integrity, yang dimaksuk integrity adalah bahwa informasi tidak boleh dirubah tanpa seijin pemilik informasi. Authentication, adalah aspek yang berkaitan dengan metode untuk menyatakan bahwa informasi betul – betul asli, dan orang yang mengakses adalah orang yang berhak. Ada tiga hal yang dapat ditanyakan untuk meyakinkan siapa dia sebenarnya, yaitu : What you have ( kartu ATM ) What you know ( PIN / Passward ) What you are ( sidik jari ) 4. Availability, adalah aspek yang menyakut ketersediaan informasi ketika dibutuhkan. Selain empat aspek tersebut di atas, ada dua aspek lagi yang dapat mempengaruhi keamanan : Access Control, adalah aspek yang berhubungan dengan cara pengaturan akses informasi, hal ini biasanya berkaitan dengan klasifikasi data ( public, private, … ) Non-repudiation, adalah aspek yang bertujuan agar seseorang tidak dapat menyangkal telah melakukan sebuah transaksi. Penyeban dan masalah dalam sistem keamanan jaringan. Ada dua penyebab dan masalah dalam sistem keamanan jaringan: Serangan yang berasal dari luar, DoS ( Denial of Service ), merupakan serangan yang dilancarkan melalui paket-paket jaringan tertentu, biasanya paket-paket sederhana dengan jumlah yang besar dengan maksud mengacaukan keadaan jaringan IP Spoofing, juga dikenal sebagai Source Address Spoffing, yaitu pemalsuan alamat IP attacker Malware, serangan yang dilakukan ketika attacker menaruh program-program penghancur, seperti virus FTP Attack, adalah serangan buffer overflow yang diakibatkan oleh perintah malformed. Tujuannya adalah untuk mendapatkan command shell, yang akhirnya user tersebut dapat mengambil source di dalam jaringan tanpa adanya otorisasi. Sniffer, Adalah usaha untuk menangkap setiap data yang lewat dari suatu jaringan ( dapat berupa password ). 2. Serangan dari dalam Password Attack, usaha penerobosan suatu sistem jaringan dengan cara memperoleh password dari jaringan tersebut. Merusak file server Deface web server, Kerawanan yang terdapat dalam web server adalah : - Buffer overflow, hal ini terjadi karena attacker menambah errors pada port yang digunakan untuk web trafic - Httpd, - Bypasses, - Cross scripting - Web kode vulnerabilities - URL floods Sumber lubang keamanan jaringan Walaupun sebuah sistem jaringan sudah dirancang memiliki perangkat pengamanan, dalam operasi masalah keamanan harus selalu di monitor, hal ini di sebabkan karena : - Ditemukannya lubang keamanan - Kesalahan konfigurasi - Penambahan perangkat baru Adapun sumber lubang keamanan dapat terjadi karena beberapa hal : Salah disain Implementasi yang kurang baik Salah konfigurasi Penggunaan program penyerang, - Pcapture, berjalan pada sistem operasi Unix - Sniffit, berjalan pada sistem operasi Unix - Tcpdump, berjalan pada sistem operasi Unix - webXRay, berjalan pada sistem operasi windows Merancang Sistem Keamanan Jaringan yang Tanggu Kebijakan Keamanan Jaringan Kebijakan keamanan menyediakan kerangka-kerangka untuk membuat keputusan yang spesifik, misalnya mekanisme apa yang akan digunakan untuk melindungi jaringan dan bagaimana mengkonfigurasi servis-servis. Kebijakan keamanan juga merupakan dasar untuk mengembangkan petunjuk pemrograman yang aman untuk diikuti user maupun bagi administrator sistem. Karena kebjikan keamanan tersebut mencakup bahasan yang sangat luas, maka pada saat ini hanya akan dibahas inti permasalahan saja dan tidak akan membahas hal-hal yang bersifat spesifik dari segi teknologi. Sebuah kebijakan keamanan mencakup hal-hal berikut ini: Deskripsi secara detail tentang lingkungan teknis dari situs, hukum yang berlaku, otoritas dari kebijakan tersebut dan filosofi dasar untuk digunakan pada saat menginterpretasikan kebijakan tersebut. Analisa risiko yang mengidentifikasi aset-aset situs, ancaman yang dihadapi oleh aset-aset tersebut dan biaya yang harus dikeluarkan untuk kerusakan/kehilangan aset-aset tersebut. Petunjuk bagi administrator sistem untuk mengelola sistem Definisi bagi user tentang hal-hal yang boleh dilakukan Petunjuk untuk kompromi terhadap media dan penerapan hukum yang ada, serta memutuskan apakah akan melacak penyusup atau akan mematikan sistem dan kemudian memulihkannya lagi. Faktor yang berpengaruh terhadap keberhasilan kebijakan keamanan antara lain adalah: Komitmen dari pengelola jaringan Dukungan teknologi untuk menerapkan kebijakan keamanan tersebut Keefektifan penyebaran kebijakan tersebut Kesadaran semua user jaringan terhadap keamanan jaringan Pihak pengelola jaringan komputer mengatur tanggung jawab terhadap keamanan jaringan, menyediakan training untuk personel-personel yang bertugas di bidang keamanan jaringan dan mengalokasikan dana untuk keamanan jaringan. Yang termasuk pilihan-pilihan teknis yang dapat digunakan untuk mendukung keamanan jaringan komputer antara lain: Authentikasi terhadap sistem Audit sistem untuk akuntabilitas dan rekonstruksi Enkripsi terhadap sistem untuk penyimpanan dan pengiriman data penting Tool-tool jaringan, misalnya firewall dan proxy Hal-hal Praktis Pendukung Di bawah ini adalah hal-hal praktis yang perlu dilakukan untuk mendukung keamanan jaringan komputer, antara lain: Memastikan semua account mempunyai password yang sulit untuk ditebak. Akan lebih baik bila menggunakan OTP (One Time Password) Menggunakan tool, misalnya MD5 checksums, sebuah teknik kriptografi untuk memastikan integritas perangkat lunak sistem Menggunakan teknik pemrograman yang aman pada saat membuat perangkat lunak Selalu bersikap waspada terhadap penggunaan dan konfigurasi jaringan komputer Memeriksa secara rutin apakah vendor memiliki perbaikan-perbaikan terhadap lubang keamanan yang terbaru dan selalu menjaga sistem selalu mengalami upgrading terhadap keamanan Memeriksa secara rutin dokumen-dokumen dan artikel on-line tentang bahaya keamanan dan teknik mengatasiny. Dokumen dan artikel seperti ini dapat ditemukan pada situs-situs milik incident response teams, misalnya CERT (Computer Emergency Response Team – http://www.cert.org dan Computer Security Incident Response Team - http://www.CSIRT.org) Mengaudit sistem dan jaringan dan secara rutin memeriksa daftar log. Beberapa situs yang mengalami insiden keamanan melaporkan bahwa audit yang dikumpulkan minim sehingga sulit untuk mendeteksi dan melacak penyusupan Penyebab dan masalah dalam sistem keamanan jaringan Ada dua penyebab dan masalah dalam sistem keamanan jaringan: 1. Serangan yang berasal dari luar, · DoS ( Denial of Service ), merupakan serangan yang dilancarkan melalui paket-paket jaringan tertentu, biasanya paket-paket sederhana dengan jumlah yang besar dengan maksud mengacaukan keadaan jaringan · IP Spoofing, juga dikenal sebagai Source Address Spoffing, yaitu pemalsuan alamat IP attacker · Malware, serangan yang dilakukan ketika attacker menaruh program-program penghancur, seperti virus · FTP Attack, adalah serangan buffer overflow yang diakibatkan oleh perintah malformed. Tujuannya adalah untuk mendapatkan command shell, yang akhirnya user tersebut dapat mengambil source di dalam jaringan tanpa adanya otorisasi. · Sniffer, Adalah usaha untuk menangkap setiap data yang lewat dari suatu jaringan ( dapat berupa password ). 2. Serangan dari dalam · Password Attack, usaha penerobosan suatu sistem jaringan dengan cara memperoleh password dari jaringan tersebut. · Merusak file server · Deface web server, Kerawanan yang terdapat dalam web server adalah : - Buffer overflow, hal ini terjadi karena attacker menambah errors pada port yang digunakan untuk web trafic - Httpd, - Bypasses, - Cross scripting - Web kode vulnerabilities - URL floods

Rabu, 04 Januari 2012

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN DAN KOMPUTER

Tugas Slide PERTEMUAN 1 1). Cara yang di gunakan untuk meringkas, menata, mengatur atau mengorganisasi data sehingga mudah untuk di mengerti oleh pihak-pihak yang berkepentingan dengan data disebut ........ a. statistika d. penyajian data b. statistik deskriptif e. statistik probabilitas c. statistik induktif Jawaban : ( d. penyajian data ) 2). Grafik yang sangat berguna untuk menggambarkan perkembangan suatu kegiatan, adalah grafik ............ a. Grafis d. Gambar b. Bintang e. Semua benar c. Lingkaran Jawaban : ( a. Grafis ) 3). Dibawah ini merupakan tahap-tahap dalam setatistik,kacuali .... a. klasifikasi data b. penyajian data c. membuat keputusan yang lebih baik d. pengumpulan fakta-fakta yang ada e. mengidentifikasi persoalan Jawaban : ( c. Membuat keputusan yang lebih baik ) 4). Fakta - fakta yang dapat dipercaya kebenerannya,disebut a. populasi d. variabel b. sampel e. semua salah c. data Jawaban : ( c. data ) 5). Suatu pemberian angka pada set obyekyang mempunyai sifat-sifat ukuran ordinal ,mempunyai jarak yang sama dan ditambah satu sifat yaitu nilai absolut dari obyek yang diukur disebut a. skala nominal b. skala interval c. skala ordinal d. skala rasio e. data berkala Jawaban : ( b. Skala interval ) 6). Dibawah ini merupakan syarat data yang baik ,kecuali a. benar/obyektif d. tepat waktu b. mewakili/wajar e. Mewkili/wajar c. mengidentifikasi persoalan Jawaban : ( c. Mengidentifikasi persoalan ) 7). Diketahui : X1=5, X2=7, Y3=4, Y4=6, Y5=3 Tentukan : ( 2xi-5 )2 = (2.5.-5) 2 + (2.7.-5) 2 +(2.4.-5) 2 +(2.6.-5) 2 +(2.3.-5) 2 = 25 + 81 + 9 + 49 + 1 = 165 a.135 d. 165 b.145 e. 175 c.155 Jawaban : ( d. 165 ) 8). Sumber data yang menggambarkan keadaan didalam suatu organisasi disebut dengan a. Data perimer d. Data sekunder b. Data external e. Data kualitatif c. Data internal Jawaban : ( c. Data internal ) 9). Diketahui : Y1=10, Y2=5, Y3=3, Y4=6 Tentukan : (Yi 2 – 3 ) = (10 2 – 3) + (5 2 - 3) + (3 2 - 3) + (6 2 – 3) = 97 + 22 + 6 + 33 = 158 a. 156 d. 159 b. 157 e. 160 c. 158 Jawaban : ( c. 158 ) 10). Pengambilan sampel berdasarkan urutan tertentu dari populasi yang telah di susun secara teratur dan diberi nomor urut,disebut a. random b. random sederhana (simpel radom sampling ) c. random berstrata (statified random sampling ) d. sistematis (sistematic smpling ) e. luas/sampel kelompok struktur sampling Jawaban : ( d. sistematis ) Tugas SLIDE PERTEMUAN 2 1). Ilmu yang mempelajari tentang pengumpulan, pengelolaan, pemyajian, analisa data serta cara pengambilan kesimpulan adalah …… a. Status Deskriptif d. Statistik Probalitas b. Status Induktif e. Benar semua c. Status Inferensi Jawaban : ( a Status Deskriptif ) 2). Seluruh elemen yang akan di teliti disebut …. a. Populasi d. Data b. Sampel e. Kelompok c. Variabel Jawaban : ( a Populasi ) 3). Diketahui : Y1=5, Y2=2, Y3=4, Y4= - 3 Tentukan : ( Y12 – 2 ) = (52 -2) + (22 -2) + (42 -2) + (-32 -2) = (23+2+14+7) = 46 a. 36 c. 54 e. 16 b. 46 d. 138 Jawaban : ( b. 46 ) 4). Data yang satuannya dalam bentuk pecahan disebut data …. a. Diskret d. Kuantitatif b. Kontinue e. Peubah c. Kualitatif Jawaban : ( b. Kontinue ) 5). Diketahui X1 = 5, X2 = 7, X3 = 4, X4 = 6, X5 = 3 Tentukan : (Xi – 10) 2 = (5-10) 2 + (7-10) 2 + (4-10) 2 + (6-10) 2 + (3-10) 2 = 25+9+36+16+49 = 135 a. 135 d. 130 b. 145 e. 140 Jawaban : ( a. 135 ) 6). Bentuk penyajian data dibedakan menjadi …. Macam a. 2 b. 3 c. 4 d. 5 Jawaban : ( a. 2 ) 7). Penyajian data dengan tabel dua arah digunakan unyuk data yang terdiri … a. 1 Karakteristik / Kategori b. 2 Karakteristik / Kategori c. 3 Karakteristik / Kategori d. Salah semua Jawaban : ( b. 2 Karakteristik / Kategori ) 8). Jumlah pengangguran diperinci berdasarkan umur, keahlian dan daerah asal disajikan dalam tabel …. Arah. a. 1 b. 2 c. 3 d. 4 Jawaban : ( a. 1 ) 9). Grafik yang berguna untuk menggambarkan perkembangan suatu adalah jenis grafik ….. a. Batang b. Garis c. Lingkaran d. Gambar Jawaban : ( a. batang ) 10). Grafik yang sangat berguna untuk menggambrkan perbandingan suatu kegiatan berdasarkan nilai-nilai karakteristik satu dengan yang laindan dengan keseluruhan ( biasanya dalam persentase ) adalah grafik …. a. Batang b. Garis c. Lingkaran d. Gambar Jawaban : ( c. Lingkaran )
BAB I LTM STATISTIK DESKRIPTIF Pertemuan Ke-1 I. Selesaikan pertanyan – pertanyaan dibawah ini dengan singkat dan jelas ! 1. Ilmu statistika yang mempelajari tentang pengumpulan, pengolaha, penyajian dan penganalisaan data adalah ….. JAWAB : Definisi Statistika 2. Ilmu statistika yang mempelajari tata cara pengambilan kesimpulan secara menyeluruh (populasi) berdasarkan data sebagai (sampel) dari populasi tersebut adalah …. JAWAB : Statistik Intervensi 3. Seluruh elemen yang akan diteliti disebut ….. JAWAB : Populasi 4. Seperangkat elemen yang merupakan bagian dari populasi disebut …. JAWAB : Sampel 5. Data kualitatif dan data kuantitatif merupakan pembagian data menurut …. JAWAB : Tipenya 6. Statistik yang membicarakian mengenai penyusun data, pembuatan grafik dan pengolahan data digolongkan kedalam statistik ….. JAWAB : Deskriptif 7. Klasifikasi data menurut sumbernya adalah …… JAWAB : Primer dan Sekunder Primer = Menghasilkan data dengan sendiri Sekunder = Menghasilkan data melalui orang lain 8. Dalam arti sempit statistic berarti ….. JAWAB : Sekumpulan fakta atau angka 9. Pengetahuan tentang statistic membantu untuk ….. JAWAB : Membantu manajemen dalam pengambilan keputusan yang efektif 10. Sebuah sampel yang terjadi bila setiap unsur populasi yang homogen mempunyai kesempatan yang sama untuk diikutsertakan dalam sampel disebut ….. JAWAB : Random 11. Prosedur pemilihan sampelnya menggunakan lokasi geografis sebagai dasarnya dan pemilihan kelompok – kelompok secara random dari unit – unit yang tertentu disebut ….. JAWAB : Luas atau sampel kelompok 12. Pembagian data menurut waktu pengumpulannya terdiri dari …. JAWAB : Data silang dan data berkala 13. Klasifikasi data menurut sifatnya adalah …. JAWAB : Data kualitatif dan data kuantitatif 14. Langkah – langkah pemecahan masalah secara statistic adalah …. i. Identifikasi masalah iv. Menyajikan data ii.Mengumpulkan data v. Mengklasifikasikan data iii. Mengumpulkan fakta vi. Menganalisa data JAWAB : 1, 3, 2, 6, 4, 5 15. Variabel atau peubah adalah …. JAWAB : Karakterisitik yang terdapat pada elemem – elemen dari populasi tersebut 16. Penyajian data dalam bentuk table maupun grafik digolongkan dalam statistika …. JAWAB : Kuantitatif (numerik) 17. Kurva yang dibentuk dari frekuensi kumulatif kurang dari adalah …. JAWAB : 18. Data yang selalu bulat dan tidak berbentuk pecahan merupakan data …. JAWAB : Data diskret 19. Data kematian penduduk Jakarta dari tahun ke tahun cenderung meningkat, hal ini termasuk jenis data ….. JAWAB : Berkala (time series ) 20. Fakta – fakta yang dapat dipercaya kebenarannya dinamakan ….. JAWAB : Data 21. Tinggi seseorang termasuk variabel …. JAWAB : Kuantitatif 22. Data mengenai agam yang dianut mahasiswa BSI merupakan data …. JAWAB : Data silang ( cross section ) 23. Skala yang menggunakan angka hanya merupakan tanda/ penamaan saja untuk mengklafikasikan data untuk mempermudah analisa disebut …. JAWAB : Skala nominal ( skala klasifkasi ) 24. Tingkat pendidikan SD, SLTP, SLTA dan perguruan tinngi masing – masing diberi 1, 2, 3 dan 4, hal ini termasuk pengumpulan skala …. JAWAB : Skala interval 25. Kumpulan seluruh elemen sejenis dan dapat dibedakan satu sama lain adalah ….. JAWAB : Statistika intervensi 26. Cara pengumpulan data jika seluruh elemen populasi diselidiki adalah …. JAWAB : Data ringkasan berbentuk angka 27. Cara pengumpulan data jika yang diselidiki sampel adalah …. JAWAB : Untuk soal no.28-31 perhatikan pernyataan berikut : Dari 1500 Mahasiswa jurusan Komputerisasi Akuntansi di Bina Sarana Informatika diambil sejumlah 150 mahasiswa KA.2A KA.2D dan KA.2F untuk diminta data diri sebagai berikut : nama, jenis kelamin, umur, agama, jumlah SKS yang telah diperoleh dan index prestasi kumulatif (IPK). 28. Populasi dari pernyataan diatas adalah …. JAWAB : 1500 Mahasiswa 29. Yang menjadi sampelnya adalah ….. JAWAB : 150 Mahasiswa 30. Yang termasuk kategori data kualitatif adalah …. JAWAB : Jenis kelamin, Agama 31. Jenis data kontinu dari data – data diatas adalah …. JAWAB : Jumlah SKS 32. Diketahui : X1 = 1, X2 = 2, X3 = 5. Tentukan BAB II DASAR STATISTIKA DESKRIPTIF Pertemuan Ke – 2 I. Selesaikanlah pertanyaan – pertanyaan dibawah ini dengan singkat dan jelas ! 1. Pengelompokan data berdasarkan angka –ankag tertentu disebut frekuensi ….. JAWAB : Numerikal 2. Pengemlompokan data berdasarkan kategori – kategori tertentu dan kelas – kelasnya adalah kelas kualitatif disebut distibusi frekuensi …. JAWAB : Katagorikal 3. Nilai batas dari tiap kelas dalam sebuah distribusi frekuensi disebut … JAWAB : Batas kelas ( Class Limit ) 4. Rata – rata hitung dari kedua batas kelasnya atau tepi kelasnya disebut … JAWAB : Mid Point / Class mark / titik tengah 5. Dalam menentukan jumlah kelas yang dipergunakan dalam penggolongan data menggunakn rumus “Kriterium Sturges” yaitu …. JAWAB : K = 1 + 3,3 Log n dimana K = banyak kelas dan n = jumlah data yang di observasi 6. Untuk menentukan besar / panjang kelasdari data yang belum di kelompokkan menggunakan rumus …. JAWAB : Panjang interval kelas = TAK – TBK 7. Untuk menentukan besarnya range atau jangkauan data digunakan rumus …. JAWAB : R = Xmax – Xmin Untuk soal no. 8 – 23, digunkan data table distribusi frekuensi dibawah ini : Nilai Frekuensi Ujian 21 – 30 5 31 – 40 8 41 – 50 12 51 – 60 15 61 – 70 20 71 – 80 16 81 – 90 14 91 – 100 10 8. Banyaknya kelas pada table diatas adalah ….. JAWAB : n = 100 K = 1+ 3,3 Log n = 1 + 3,3 Log 100 = 1 + 3,3 (2) = 7,6 Banyaknya kelas yang dapat dibuat pada table distribusi frekuensi sebanyak 7 atau 8 kelas diambil banyaknya kelas 8 9. Besar / panjang / lebar interval kelas dari distribusi frekuensi diatas adalah … JAWAB : 21 – 30 = 9 = 79/8 = 9,875 Jangkauan 100 s/d 21 = 79 10. Batas bawah untuk kelas ke 5 adalah … JAWAB : 61 11. Batas atas untuk kelas ke 4 adalah … JAWAB : 60 12. Tepi bawah untuk kelas ke 2 adalah … JAWAB : 30,5 13. Tepi atas untuk kelas ke 7 adalah … JAWAB : 90,5 14. Tepi bawah untuk kelas ke 1 adalah ….. JAWAB : 20,5 15. Tepi atas untuk kelas ke 3 adalah … JAWAB : 50,5 16. Banyaknya data dari table diatas adalah … JAWAB : 100 – 21 = 80 17. Total frekuensi dari table diatas adalah …. JAWAB : 100 18. Nilai tengah untuk kelas ke 8 adalah … JAWAB : ( 91 + 100 ) / 2 = 95,5 19. Frekuensi untuk kelas ke 7 adalah …. JAWAB : 14 20. Frekuensi relative kelas ke 4 adalah … JAWAB : 15 21. Frekuensi relative kelas ke 8 adalah /…. JAWAB : 10 22. Frekuensi kumulatif lebih dari untuk kelas ke 1 sama dengan … JAWAB : 1 sama dengan 100 , batas bawah kelas interval 23. Frekuensi kumulatif kurang dari untuk kelas ke 1 adalah …. JAWAB : 1 sama dengan 5 , sama dengan batas atas pada tiap kelas interval 24. Tujuan dibuatnya table distribusi frekuensi adalah … JAWAB : untuk mempermudah pencarian data / pengemlompokan data sesuai dengan indexnya 25. Jika dari table distribusi frekuensi diketahui salah satu kelasnya 100 – 114 , maka tepi atas kelas dan tepi bawah kelanya adalah …. JAWAB : tepi atas kelas = 114,5 dan tepi bawah kelas = 90,5 26. Dari no. 25, interval dari kelas tersebut adalah … JAWAB : 14 27. Jika diketahui banyaknya data dari hasil pengamatan adalah 100 , maka untuk membuat table distribusi frekuensi digunakan … kelas JAWAB : n = 100 = > 1 + 3,3 Log n = 1 + 3,3 (2) = 76 ( 7 atau 8 kelas ) 28. Jika diketahui data terbesar dari pengamatan soal no. 25 adalah 90 dan data terkecil adalah 22. Tentukan range dari data tersebut .. JAWAB : 90 – 22 = 68, 29. Jika diketahui banyaknya data dari hasil pengamatan adalah 60. Maka untuk membuat table distribusi frekuensi digunakan .. kelas JAWAB : 1 30. Diketahui data : 7, 13, 6, 1, 4, 21, 6, 23, 5, range atau jangkauan nya adalah ….. JAWAB : diketahui range terbesar adalah 23 .,range terkecil adalah 1. Jadi rangenya = 22 23 -1 = 22 Untuk soal no. 31 – 35 menggunkan data table distribusi frekuensi di bawah ini : Nilai Ujian Frekuensi 21 – 30 5 31 – 40 8 41 – 50 12 51 – 60 15 61 – 70 20 71 – 80 16 81 – 90 14 91 – 100 10 31. Frekuensi relative untuk kelas ke 5 adalah … JAWAB : 20 32. Frekuensi kumlatif kurang dari untuk kelas ke 3 adalah … JAWAB : kelas 1 = 5 , kelas 2 = 8 . jadi frekuensi kumulatif 5 + 8 = 13 33. Frekuensi kumlatif lebih dari untuk kelas ke 2 adalah … JAWAB : 87 34. Frekuensi kumulatif relative kurang dari untuk kelas ke 3 adalah … JAWAB : 40 % (12-8) 35. Frekuensi kumulatif relative lebih dari untuk kelas ke 3 adalah … JAWAB : 25 % (5+8+12) II. Aplikasi Ms. Excel dan SPSS dalam statistic deskriptif . Buatlah table distribusi frekuensi dari data berikut dengan menggunakan Ms. Excel dan SPSS . Data nilai mata kuliah statistic deskriptif suatu kelas adalah sebagai berikut : 50 56 89 97 65 40 55 75 59 100 45 76 87 89 85 67 65 95 45 76 66 60 68 74 58 86 97 91 95 96 45 56 76 87 46 78 73 82 76 88 56 69 89 90 67 65 44 78 50 67 Bin Frequency Cumulative % 40 1 2.00% 44 1 4.00% 45 3 10.00% 45 0 10.00% 45 0 10.00% 46 1 12.00% 50 2 16.00% 50 0 16.00% 55 1 18.00% 56 3 24.00% 56 0 24.00% 56 0 24.00% 58 1 26.00% 59 1 28.00% 60 1 30.00% 65 3 36.00% 65 0 36.00% 65 0 36.00% 66 1 38.00% 67 3 44.00% 67 0 44.00% 67 0 44.00% 68 1 46.00% 69 1 48.00% 73 1 50.00% 74 1 52.00% 75 1 54.00% 76 4 62.00% 76 0 62.00% 76 0 62.00% 76 0 62.00% 78 2 66.00% 78 0 66.00% 82 1 68.00% 85 1 70.00% 86 1 72.00% 87 2 76.00% 87 0 76.00% 88 1 78.00% 89 3 84.00% 89 0 84.00% 89 0 84.00% 90 1 86.00% 91 1 88.00% 95 2 92.00% 95 0 92.00% 96 1 94.00% 97 2 98.00% 97 0 98.00% 100 1 100.00% More 0 100.00% BAB DASAR STATISTIKA DESKRIPTIF Pertemuan Ke-3 I. Selesaikan pertanyaan – pertanyaan ini dengan singkat dan jelas ! 1. Menghitung rata – rata untuk data yang belum dikelompokkan mengnakan rumus …. JAWAB : 2. Yang termasuk ukuran gejala pusat adalah …. JAWAB : Rata – rata, median, modus 3. Nilai yang membagi sehimpunan data menjadi sepuluh bagian yang sama disebut ….. JAWAB : Desil 4. Nilai – nilai yang membagi sehimpunan data menjadi empat bagian yang sama disebut …. JAWAB : Kuartil 5. Persentil adalah ….. JAWAB : Fraktil yang membagi seperangakat data menjadi sepuluh bagian yang sama 6. Median adalah ….. JAWAB : Suatu ukuran pemusatan yang menempati posisi tengah jika data diurutkan menurut besarnya 7. Rumus untuk menentukan median data yang belum dikelompokkan adalah ….. JAWAB : Med = 42 (Xk + Xk + 1) 8. Rumus menentukan kuartil data yang belum dikelompokkan adalah ….. JAWAB : Q1 = Nilai yang ke i(n+1)/n 1=123 9. Hubungan empiris antara median, modus dan mean (rata-rata) adalah …. JAWAB : Untuk no.10-12 gunakan data berikut ini : 10 12 7 13 8 10 3 20 7 11 9 10. Tentukan rata-rata hitungnya …. JAWAB : X = 10 + 12 + 7 + 13 + 18 + 10 + 3 + 20 + 7 + 11 + 9 X = 110 = 10 11 11. Tentukan mediannya …. JAWAB : 3 7 7 8 9 10 10 11 12 13 20 = n+1 = 11+1 = 6, Suku Ke- 6 = 10 2 2 12. Tentukan modusnya …. JAWAB : 10, 7 Karena nilai yang banyak muncul, modus pada data int dinamakan bimodus Untuk soal no.13-18 gunakan table berikut ini : X 255,00 265,00 275,00 285,00 295,00 305,00 350,00 F 8 10 16 15 10 8 3 13. Tentukan mean dari data diatas …. JAWAB : X = 1980500 = 282,92 70 14. Tentukan modus dari data-data diatas …. JAWAB : 15. Tentukan kuartil bawah dari data diatas …. JAWAB : 16. Tentukan kuartil atas dari data diatas …. JAWAB : 17. Tentukan P1 dari data diatas …. JAWAB : 18. Tentukan P5 dari data diatas …. JAWAB :
 
Posted by Picasa

Selasa, 03 Januari 2012

MAKALAH DISTRIBUSI FREKUENSI

DISTRIBUSI FREKUENSI DAN GRAFIK Kelompok 4 Disusun Oleh: MUSADAD (12093937) Akademi Management Informatika & Komputer (AMIK) Bina Sarana Informatika (BSI) Kata Pengantar Puji syukur penyusun panjatkan ke hadirat Allah Subhanahu wata΄ala, karena berkat rahmat-Nya kami bisa menyelesaikan makalah yang berjudul Disribusi Frekuensi dan Grafik. Makalah ini diajukan guna memenuhi tugas mata kuliah Statistika Deskriptif. Kami mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu sehingga makalah ini dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Makalah ini masih jauh dari sempurna, oleh karena itu kami mengharapkan kritik dan saran yang bersifat membangun demi kesempurnaan makalah ini. Semoga makalah ini memberikan informasi dan bermanfaat untuk pengembangan wawasan dan peningkatan ilmu pengetahuan bagi kita semua. TANGERANG, November 2011 Penyusun Daftar Isi Kata Pengantar ………………………………………………………………………. i Daftar isi ……………………………………………………………………………… ii Bab I Pendahuluan 1.1 Latar Belakang ………………………………………………………….. 1.2 Maksud dan Tujuan ……………………………………………………… 1.3 Ruang Lingkup ………………………………………………………….. Bab II Pembahasan 2.1 Landasan Teori …………………………………………………………. 2.2 Pembahasan Kasus ……………………………………………………... Bab III Penutup 3.1 Kesimpulan ……………………………………………………………. 3.2 Saran …………………………………………………………………… Daftar Pustaka ……………………………………………………………………... BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 Latar Belakang Mata kuliah statistika bagi mahasiswa sangat diperlukan terutama ketika seorang mahasiswa harus mengumpulkan, mengolah, menganalisis dan menginterprestasikan data untuk pembuatan skripsi, thesis atau disertasi. Dalam hal ini pengetahuan statistik dipakai dalam menyusun metodologi penelitian. 1.2 Maksud dan Tujuan Sebagai suatu ilmu, kedudukan statistika merupakan salah satu cabang dari ilmu matematika terapan. Oleh karena itu untuk memahami statistika pada tingkat yang tinggi, terebih dahulu diperlukan pemahaman ilmu matematika. Sejauh itu ilmu statistika digunakan pula untuk memprediksi dan menganalisis perilaku konsumen, sehingga Jepang mampu menguasai perekonomian dunia sampai saat ini. 1.3 Ruang Lingkup Dinegara maju seperti Amerika, Eropa dan Jepang, ilmu statistika berkembang dengan pesat sejalan dengan berkembangnya ilmu ekonomi dan teknik. Bahkan kemajuan suatu negara sangat ditentukan oleh sejauh mana negara itu menerapkan ilmu statistika dalam memecahkan masalah-masalah pembangunan dan perencanaan pemerintahannya. Jepang sebagai salah satu negara maju, konon telah berhasil memadukan ilmu statistika dengan ilmu ekonomi, desain produk, psikologi dan sosiologi masyarakat. BAB II PEMBAHASAN 2.1. Landasan Teori 2.1.1 Pengertian dan Tujuan Distribusi Frekuensi Distribusi Frekuensi adalah penyusunanan data kedalam kelas-kelas tertentu dimana setiap individu/item hanya termasuk kedalam salah satu kelas tertentu saja. Dalam suatu penelitian juga biasanya akan dilakukan pengumpulan data. Salah satu cara untuk mengatur atau menyusun data adalah dengan mengelompokan data-data Berdasarkan Ciri-ciri penting dari sejumlah data ke dalam beberapa kelas dan kemudian dihitung banyaknya data yang masuk ke dalam setiap kelas. Tujuan distribusi frekuensi ini yaitu : 1. Memudahkan dalam penyajian data, mudah dipahami, dan dibaca sebagai bahan informasi. 2. Memudahkan dalam menganalisa/menghitung data, membuat tabel, grafik. Berdasarkan jenis data yang digolongkan didalamnya distribusi frekuensi dibagi menjadi dua : 1. Distribusi Frekuensi Numerikal Distribusi Frekuensi numerikal adalah pengelompokan data berdasarkan angka-angka dan biasanya disajikan dengan grafik histogram. 2. Distribusi Frtekuensi Kategorikal / Kategoris Distribusi frekuensi kategori adalah pengelompokan data berdasarkan kategori-kategori tertentu, biasanya distribusi frekuensi disajikan dengan grafik batang, lingkaran, dan gambar. 2.1.2 Bagian-bagian Distribusi Frekuensi 1. Class (Kelas) adalah penggolongan data yang dibatasi dengan nilai terendah dan nilai tertinggi yang masing-masing dinamakan batas kelas. Batas kelas (Class Limit) adalah nilai batas dari pada tiap kelas dalam sebuah distribusi, terbagi menjadi states class limit dan class boundaries (tepi kelas). a. stated class limit adalah batas-batas kelas yang tertulis dalam distribusi frekuensi, terdiri dari Lower Class Limit (batas bawah kelas) dan upper class limit (batas atas kelas). b. class boundaries (tepi kelas) adalah batas kelas yang sebenarnya, terdiri dari lower class boundary (batas bawah kelas yang sebenarnya) dan upper class boundary (batas atas kelas yang sebenarnya). 2. Class interval / panjang kelas/lebar kelas merupakan lebar dari sebuah kelas dan dihitung dari perbedaan antara kedua tepi kelasnya. 3. Mid point / class mark / titik tengah merupakan rata-rata hitung dari kedua batas kelasnya atau tepi kelasnya. 2.1.3 Langkah-langkah Menyusun Distribusi Frekuensi 1. Urutkan data terlebih dahulu 2. Menentukan Range (Jangkauan) : didapat dari nilai yang terbesar dikurangi nilai yang terkecil. R = Xman – X min 3. Menentukan banyaknya kelas dengan menggunakan rumus Sturgess. K = 1 + 3,3 log N dimana K = Banyaknya kelas dan N = Jumlah Data. 4. Menentukan Interval Kelas : I = R/K 5. Menentukan batas kelas : Tbk = Bbk – 0,5 Tak = Bak + 0,5 Panjang interval kelas = Tak – Tbk Keterangan : Tbk = tepi bawah kelas Tak = tepi atas kelas Bbk = batas bawah kelas Bak = batas atas kelas 6. Menentukan titik tengahnya. 7. Memasukkan data kedalam kelas-kelas yang sesuai dengan memakai sistem turus/tally. 6. Menyajikan distribusi frekuensi : isi kolom frekuensi sesuai dengan kolom Tally atau Turus. 2.1.4 Jenis-jenis Distribusi Frekuensi 1. Distribusi frekuensi kumulatif Distribusi frekuensi kumulatif adalah suatu daftar yang memuat frekuensi - frekuensi kumulatif, jika ingin mengetahui banyaknya observasi yang ada diatas atau dibawah suatu nilai tertentu. Distribusi frekuensi kumulatif terdiri dari : • Distribusi kumulatif kurang dari (dari atas) Adalah suatu total frekuensi dari semua nilai-nilai yang lebih kecil dari tepi bawah kelas pada masing-masing interval kelasnya. • Distribusi kumulatif lebih dari (dari bawah) Adalah suatu total frekuensi dari semua nilai-nilai yang lebihi besar dari tepi bawah kelas pada masing-masing ionterval kelasnya. • Distribusi frekuensi kumulatif relatif Adalah suatu total frekuensi dengan menggunakan presentasi. 2. Distribusi frekuensi relatif Distribusi frekuensi relatif adalah perbandingan daripada frekuensi masing - masing kelas dan jumlah frekuensi seluruhnya dan dinyatakan dalam persen. 2.1.5 Menyajikan Data Dengan Grafik Grafik adalah merupakan visualisasi table yang berupa angka-angka dapat disajikan / ditampilkan ke dalam bentuk gambar. Selain menyajikan data dengan table, ada juga penyajian data dalam bentuk grafik yang bertujuan untuk memberikan gambaran sebaran data dalam bentuk visualisasi. Ada beberapa macam grafik yang biasa digunakan untuk memberikan gambaran data, yakni: grafik garis, grafik balok/batang, grafik lingkaran, dan grafik pictogram (gambar). A. Grafik Garis Grafik garis atau diagram garis dipakai untuk menggambarkan data berkala. Grafik garis juga secara umum dibagi menjadi dua, yaitu grafik garis tunggal (single line chart) dan grafik garis berganda (multiple line chart) yang terdiri dari beberapa garis. Grafik garis, baik yang tunggal maupun yang berganda sangat berguna untuk menggambarkan perkembangan suatu kegiatan. - Contoh grafik garis tunggal (single line chart) : http://smartstat.files.wordpress.com - Contoh grafik garis berganda (multiple line chart) : B. Grafik Batang/Balok Grafik batang mungkin yang paling sederhana daripada semua grafik, grafik batang paling bermanfaat bilamana sejumlah nilai yang akan di bandingkan relatif sedikit, pada lazimnya grafik ini dibuat dengan menggunakan batang sebagai gambaran kelompok data secara vertikal dan horizontal.tinggi atau panjang batang melukiskan ukuran besarnya presentase data yang di wakilinya. Grafik batang/balok (Bar Chart) secara umum terdiri dari dua bagian, yaitu single bar chart yang hanya terdiri dari satu batang saja dan multiple bar chart yang terdiri dari beberapa batang. Grafik batang ini baik yang single maupun yang multiple sangat berguna untuk menggambarkan perbandingan suatu kegiatan. - Contoh grafik batang/balok single bar chart : Distribusi Frekuensi Data Nilai UTS Statistika Deskriptif Interval Kelas Titik Tengah Frekuensi 70-74 72 1 65-69 67 3 60-64 62 4 55-59 57 9 50-54 52 9 45-49 47 11 40-44 42 5 35-39 37 4 30-34 32 2 Jumlah 48 Dari tabel diatas diperoleh grafik batang (single bar chart) : Contoh Grafik batang (multiple bar chart) http:///2009/09/totopribadi.files.wordpress.comgrafik1.jpeg C. Grafik Lingkaran Grafik lingkaran adalah suatu grafik yang berguna untuk membuat perbandingan dari suatu data yang dibuat dalam bentuk lingkaran. Grafik lingkaran juga secara umum terbagi menjadi dua, yaitu single pie chart yang terdiri dari satu lingkaran saja dan multiple chart yang terdiri dari beberapa lingkaran. Grafik jenis ini sangat berguna untuk menggambarkan suatu kegiatan berdasarkan nilai-nilai karakteristik satu dengan yang lain dan dengan keseluruhan. Contoh grafik lingkaran tunggal (single pie chart) : D. Grafik Pictogram Grafik pictogram adalah Pictogram adalah grafik data yang menggunakan gambar atau lambang dari data itu sendiri dengan skala tertentu. Misalnya untuk menyatakan jumlah penduduk pada tahun-tahun tertentu dapat digambarkan berupa gambar manusia (secara sederhana). Dengan ketentuan tiap gambar mewakilli suatu jumlah tertentu. Contoh grafik pictogram : • Penduduk dunia pada akhir abad ke-20 diperkirakan : 1) Afrika : 350 Jt jiwa 2) Amerika : 500 jt jiwa 3) Asia : 2.000 jt jiwa 4) Eropa : 600 jt jiwa 5) Jerman : 50 jt jiwa 6) Uni Soviet : 250 jt jiwa 2.2 Pembahasan Kasus Contoh soal Berikut ini adalah data (belum dikelompokkan) Ujian Akhir Smester Bahasa Indonesia SD Pengadilan 01 kelas 4A : 78 72 74 79 74 71 75 74 72 68 72 73 72 74 75 74 73 74 65 72 66 75 80 69 82 73 74 72 79 71 70 75 71 70 70 70 75 76 77 67 Buatlah distribusi frekuensi untuk data diatas ! Dan buatlah distribusi frekuensi relatifnya ! Penyelesaian : 1. Urutkan data : 65 66 67 68 69 70 70 70 70 71 71 71 72 72 72 72 72 72 73 73 73 74 74 74 74 74 74 74 75 75 75 75 75 76 77 78 79 79 80 82 2. Menentukan Range (Jangkauan) R = Xmax - Xmin = 82 – 65 =17 3. Menentukan Banyak Kelas K = 1 + 3,3 log N = 1 + 3,3 log(40) = 1+ 5,3 = 6,3 =═ 6 4. Menentukan Interval kelas I= R/K = 17/6 = 3 5. Batas kelas pertama adalah 65 (data terkecil) 6. tabel Distribusi frekuensinya : Diameter Turus Frekuensi 65 – 67 III 3 68 – 70 IIIII I 6 71 – 73 IIIII IIIII II 12 74 – 76 IIIII IIIII III 13 77 – 79 IIII 4 80 – 82 II 2 Jumlah 40 7. Pembuatan tabel frekuensi relatif Pertama buat titik tengahnya Mi terlebih dahulu Diameter Mi Frekuensi 65 – 67 66 3 68 – 70 69 6 71 – 73 72 12 74 – 76 75 13 77 – 79 78 4 80 – 82 81 2 8. Rumus mencari Frekuensi Relatif FR = fi X 100 ∑fi 9. Maka di dapat table frekuensi relatif seperti dibawah ini : Nilai fi Frekuensi Relatif fi X 100 ∑fi Persen 65-67 3 3/40 7.5 68-70 6 6/40 15 71-73 12 12/40 30 74-76 13 13/40 32.5 77-79 4 4/40 10 80-82 2 2/40 5 jumlah 40 40/40 100 BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan TAMBAHAN HISTOGRAM Grafik histogram sering disebut juga dengan diagram bar, yaitu suatu grafik yang berbentuk beberapa segi empat. Langkah-langkah membuat histogram 1. Membuat absis dan ordinat dengan perbandingan sepuluh banding delapan. 2. Absis kita beri nama Nilai dan ordinat kita beri nama Frekuensi. 3. Membuat skala pada absis dan ordinat. Skala pada absis harus dapat memuat semua nilai sedangkan skala pada ordinat harus dapat memuat frekuensi tertinggi. 4. Mendirikan segiempat-segiempat pada absis, tinggi masing-masing segi empat harus sama dengan frekuensi tiap-tiap nilai variabelnya. Segiempat-segiempat ini berimpit satu sama lain pada batas nyatanya. 5. Pembuatan histogram ini kita selesaikan dengan memberi keterangan selengkapnya tentang apa histogram itu kita buat dan sajikan. Sebagai contoh kita akan membuat grafik histogram dari tabel berikut ini: TABEL 6 NILAI HASIL TES STATISTIKA TERHADAP 48 ORANG Interval Nilai Titik tengah (X) Batas Nyata Frekuensi (f) 75-79 77 79.5 0 70-74 72 74.5 1 65-69 67 69.5 3 60-64 62 64.5 4 55-59 57 59.5 9 50-54 52 54.5 9 45-49 47 49.5 11 40-44 42 44.5 5 35-39 37 39.5 4 30-34 32 34.5 2 25-29 27 29.5 0 Jumlah 48 Selanjutnya kita membuat histogram berdasarkan batas nyata tabel diatas sebagai berikut: GRAFIK 1 HISTOGRAM DISTRIBUSI NILAI HASIL TES STATISTIKA TERHADAP 48 ORANG Meskipun histogram pada umumnya dibuat dengan mengunakan batas atas, namun sekarang ada kecenderungan untuk membuat histogram dengan mengunakan titik tengah pada nilai variabelnya. Sebagai contohnya dapat kita lihat dari histogram berikut. GRAFIK 2 HISTOGRAM DISTRIBUSI NILAI HASIL TES STATISTIKA TERHADAP 48 ORANG Dari kedua histogram tersebut kita langsung dapat mengetahui berapa jumlah siswa yang mendapatkan nilai tertinggi, berapa siswa yang mendapat nilai terendah serta nilai yang paling banyak diperoleh siswa. POLIGON Pada dasarnya tidak ada perbedaaan yang penting antara grafik histogram dengan grafik poligon, perbedaannya hanyalah terletak pada: 1. Grafik histogram pada umumnya dibuat dengan mengunakan batas nyata sedangkan grafik poligon selalu menggunakan nilai tengah. Grafik histogram berwujud segiempat-segiempat, sedang grafik poligon berwujud garis-garis atau kurva Grafik poligon sering disebut juga grafik poligon frekuensi dibuat dengan menghubung-hubungkan titik-titik tengah tiap interval kelas secara berturut-turut. Dengan menghubungkan kedua ujungnya ke titik-titik tengah tiap-tiap interval kelas di dekatnya (di kedua ujungnya). Dari Tabel 6 jika kita buat poligon hasilnya adalah sebagai berikut: GRAFIK 2 POLIGON NILAI HASIL TES STATISTIKA TERHADAP 48 ORANG Dari polygon tersebut kita dapat membaca berapa jumlah siswa yang mendapatkan nilai tertentu baik nilai terendah maupun nilai tertinggi. OGIVE Grafik ogive biasa juga disebut sebagai grafik frekuensi meningkat. Ogive dapat dibuat dari distribusi tunggal maupun bertingkat. Langkah-langkah dalam pembuatan ogive adalah sebagai berikut: 1. Membuat sumbu absis dan ordinat. 2. Membuat skala pada absis untuk mencantumkan batas-batas nyata dan skala pada ordinat untuk mencantumkan frekuensi meningkatnya. 3. Absis kita beri nama Nilai dan ordinat kita beri nama Frekuensi Meningkat. 4. Kemudian kita tarik garis-garis dari batas bawah disebelah kiri berturut-turut ke batas nyata di atasnya pada ketinggian menurut frekuensi interval-interval yang bersangkutan. Dibawah ini diberikan contoh untuk membuat ogive dari distribusi bertingkat berdasarkan Tabel 6. TABEL 6 NILAI HASIL TES STATISTIKA TERHADAP 48 ORANG Interval Nilai Batas Nyata Frekuensi (f) Frekuensi Meningkat (cf) 75-79 79.5 0 70-74 74.5 1 48 65-69 69.5 3 47 60-64 64.5 4 44 55-59 59.5 9 40 50-54 54.5 9 31 45-49 49.5 11 22 40-44 44.5 5 11 35-39 39.5 4 6 30-34 34.5 2 2 25-29 29.5 0 Jumlah N = 48 Dari tabel 6 tersebut akan didapatkan grafik ogive sebagai berikut: Grafik Lingkaran Dari tabel 6 tersebut akan didapatkan grafik lingkaran sebagai berikut:

Jumat, 16 Desember 2011

animasi untuk blog

http://evolusi-apa-aja.blogspot.com/2011/11/cara-memasang-gambar-animasi-lucu-di.html

cara text mengelilingi kursor untuk blog

1)klik blogger untuk mendapatkan listing dan panduannya di bawah:

http://masyhury.web.id/2011/04/animasi-tulisan-berputar-pada-cursor-keren/

CONTOH MAKALAH VB 6

Penulis
i
DAFTAR ISI
KATA PENGANTAR……………………………………………………………………………i
DAFTAR ISI……………………………………………………………………………………..ii
BAB I PENDAHULUAN
A. Latar Belakang………………………………………………………………….…….….1
B. Manfaat……………………………………………………………………………..…....1
C. Tujuan………………………………………………………………………………..…..1
BAB II PEMBAHASAN
A. Sejarah dan Perkembangan Visual Basic………………………………………………..2
a. Sejarah Visual Basic…………………………………………………….……….….2
b. Perkembangan Visual Basic………………………………………………….….…..3
B. Pengertian Visual Basic…………………………………………………………….........8
C. Struktur Aplikasi Visual Basic………………………………………………………...…9
D. Kelebihan Dan Kekurangan Visual Basic……………………………………….…..….13
E. Tipe Data di Visual Basic 6.0 ………………………………………………………….14
F. Batasan Data dalam Visual Basic 6.0………………………………………….……….14
G. Contoh Program (Kalkulator)………………………………………………….……….16
BAB III PENUTUP
A. Kesimpulan……………………………………………………………………..............19
B. Saran……………………………………………………………………………............19
DAFTAR PUSTAKA…………………………………………………………..…………..…..20
ii BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Visual Basic adalah bahasa pemrograman berbasis Windows. Saat ini, Visual Basic adalah salah satu bahasa pemrograman yang terbaik. Visual Basic merupakan pengembangan dari Basic. Basic (Beginner’s All-purpose Symbolic Instruction Code) adalah sebuah bahasa pemrograman “kuno” yang merupakan awal dari bahasa-bahasa pemrograman tingkat tinggi lainnya. Basic dirancang pada tahun 1950-an dan ditujukan untuk dapat digunakan oleh para programmer pemula. Biasanya Basic diajarkan untuk para pelajar sekolah menengah yang baru mengenal komputer, serta digunakan untuk pengembangan program “cepat saji” yang ringan dan menyenangkan.
Walaupun begitu, peran Basic lebih dari sekedar itu saja. Banyak programer handal saat ini memulai karirnya dengan mempelajari Basic. Sebagai bahasa pemrograman yang mutakhir, Visual Basic didesain untuk dapat memanfaatkan fasilitas Windows, khususnya Windows 95/97/98 dan Windows NT. Visual Basic juga merupakan bahasa pemrograman Object Oriented Programming (OOP), yaitu pemrograman yang berorientasi objek. Visual Basic menyediakan objek-objek yang sangat kuat, berguna, dan mudah dipakai. Dengan fasilitas tersebut, membuat Visual Basic menjadi begitu diinginkan oleh programmer.
B. Tujuan Penulisan
Tujuan penulis, dalam pembuatan makalah ini adalah :
- Untuk memenuhi tugas Tehnik Pemrograman.
- Untuk memberi pengetahuan kepada pembaca tentang bahasa pemrograman Visual Basic.
C. Manfaat Penulisan
- Meberi informasi kepada pembaca mengenai bahasa pemrograman Visual Basic
- Makalah ini diharapkan menjadi sumbangan pemikiran bagi para pembaca untuk mengembangkan bahasa pemrograman dimasa sekarang.
1
BAB II
PEMBAHASAN
A. Sejarah dan Perkembangan Visual Basic
a. Sejarah Visual Basic
Microsoft Visual Basic (sering disingkat sebagai VB saja) merupakan sebuah bahasa pemrograman yang bersifat event driven dan menawarkan Integrated Development Environment (IDE) visual untuk membuat program aplikasi berbasis sistem operasi Microsoft Windows dengan menggunakan model pemrograman Common Object Model (COM). Visual Basic merupakan turunan bahasa BASIC dan menawarkan pengembangan aplikasi komputer berbasis grafik dengan cepat, akses ke basis data menggunakan Data Access Objects (DAO), Remote Data Objects (RDO), atau ActiveX Data Object (ADO), serta menawarkan pembuatan kontrol ActiveX dan objek ActiveX. Beberapa bahasa skrip seperti Visual Basic for Applications (VBA) dan Visual Basic Scripting Edition (VBScript), mirip seperti halnya Visual Basic, tetapi cara kerjanya yang berbeda.
Visual Basic yang sekarang digunakan oleh jutaan programmer adalah berawal dari sebuah Bahasa pemrograman yang diciptakan oleh Prof. Jhon Kemeny dan Thomas Kurtz pada tahun 1964 dengan nama BASIC yang kepanjangan dari Beginner All Purpose Symbolic Intruction Code. Bahasa BASIC ini tergolong bahasa pemrograman yang paling mudah dipelajari. Bill Gates, pendiri Microsoft, memulai bisnis softwarenya dengan mengembangkan interpreter bahasa Basic untuk Altair 8800, untuk kemudian ia ubah agar dapat berjalan di atas IBM PC dengan sistem operasi DOS. Perkembangan berikutnya ialah diluncurkannya BASICA (basic-advanced) untuk DOS. Setelah BASICA, Microsoft meluncurkan Microsoft QuickBasic dan Microsoft Basic (dikenal juga sebagai Basic Compiler).
Visual Basic merupakan bahasa yang mendukung OOP, namun tidak sepenuhnya. Beberapa karakteristik obyek tidak dapat dilakukan pada Visual Basic, seperti Inheritance tidak dapat dilakukan pada class module. Polymorphism secara terbatas bisa dilakukan dengan mendeklarasikan class module yang memiliki Interface tertentu.
2
Visual Basic (VB) tidak bersifat case sensitif. Dan pada tahun 1975, Microsoft yang dipimpin oleh Bill Gate ini, mengembangkan bahasa BASIC ini dengan mengeluarkan produk pertamanya yang bernama Microsoft Basic dimana versi yang terkenal saat itu adalah Quick Basic. Quick Basic menjadi bahasa BASIC yang paling terkenal saat itu karena sudah adanya interpreter didalamnya yang berfungsi untuk menjalankan kode-kode yang ditulis dengan Quick Basic.
a. Perkembangan Visual Basic
VB 1.0 dikenalkan pada tahun 1991, pendekatan yg dilakukan untuk menghubungkan bahasa pemrograman dengan GUI berasal dari prototype yg dikembang oleh “Alan Cooper” yg di sebut TRIPOD, Kemudian Microsoft mengontrak copper dan asosiasinya utk mengembangkan tripod agar dapat digunakan di windows 3.0 dibawah nama kode Ruby. Berikut Perjalanan Visual Basic (VB 1.0 Sampai VB 10) :
• Proyek “Thunder” dirintis
• Visual Basic 1.0 (May 1991) di rilis untuk windows pada COMDEX/Windows Wordltrade yg dipertunjukan di Atlanta , Georgia
• Visual Basic 1.0 untuk DOS dirilis pada bulan September 1992. Bahasa ini tidak kompatibel dengan Visual Basic For Windows. VB 1.0 for DOS ini pada kenyataaanya merupakan versi kelanjutan dari compiler BASIC, QuickBasic dan BASIC Professional Development System.
3
Gambar 1: Tampilan Microsoft Visual Basic Version 1.0
• Visual Basic 2.0 dirilis pada November 1992, Cakupan pemrogramannya cukup mudah untuk digunakan dan kecepatannya juga telah di modifikasi. Khususnya pada Form yg menjadikan object dapat dibuat secara seketika, serta konsep dasar dari Class modul yg berikutnya di implementasikan pada VB

Gambar 2: Tampilan Microsoft Visual Basic Version 2.0
4
• Visual Basic 3.0 , dirilis pada musim panas 1993 dan dibagi menjadi versi standard dan professional. VB 3 memasukan Versi 1.1 dari Microsoft Jet Database Engine yg dapat membaca serta menulis database Jet (atau access) 1.x

Gambar 3: Tampilan Microsoft Visual Basic Version 3.0
• Visual Basic 4.0 (Agustus 1995) merupakan versi pertama yg dapat membuat windows program 32 bit sebaik versi 16 bit nya. VB 4 juga memperkenalkan kemampuan untuk menulis non-GUI class pada Visual Basic

Gambar 4: Tampilan Microsoft Visual Basic Version 4.0
• Visual Basic 5.0 (February 1997), Microsoft merilis secara eksklusif Visual basic untuk versi windows 32 bit .
5
Programmer yg menulis programnya pada versi 16 bit dapat dengan mudah melakukan import porgramnya dari VB4 ke VB5. dan juga sebaliknya, program VB5 dapat diimport menjadi VB4. VB 5 memperkenalakan kemampuan untuk membuat User Control.

Gambar 5: Tampilan Microsoft Visual Basic Version 5.0
• Visual Basic 6.0 (pertengahan 1998) memperbaiki beberapa cakupan, temasuk kemapuannya untuk membuat Aplikasi Web-based . Visual Basic 6 di jadwalkan akan memasuki Microsoft “fasa non Supported” dimulai pada maret 2008

Gambar 6: Tampilan Microsoft Visual Basic Version 6.0
6
• Visual Basic .NET, dirilis pada tahun 2002, Beberapa yang mencoba pada versi pertama .NET ini mengemukakan bahwa bahasa ini sangat powerful tapi bahasa yg digunakan sangat berbeda dengan bahasa sebelumnya, dengan kekurangan diberbagai area, termasuk runtime-nya yang 10 kali lebih besar dari paket runtime VB6 serta peningkatan penggunan memory.
• Visual Basic .NET 2003, dirilis dengan menggunakan NET framework versi 1.1.
• Visual Basic 2005, merupakan itegrasi selanjutnya dari Visual Basic .NET. dan Microsoft memutuskan untuk menghilangkan kata kata .NET pada judulnya. Pada Rilis ini , Microsoft memasukan bebrapa fitur baru, diantaranya : Edit and Continue , mungkin inilah kekurangan fitur terbesar dari VB .NET. pada VB 2005 ini kita diperbolehkan melakukan perubahan kode pada saat program sedang dijalankan Perbaikan pada Konversi dari VB ke VB NET12 Visual Basic .NET 2003 (VB 7.1) , dirilis dengan menggunakan NET Kerangka kerja versi 1.1. IsNot Patent, merupakan salah satu fitur dari Visual Basic 2005 merupakan konversi If=Not X Is Y menjadi If X IsNot Y.
• Visual Basic 2005 Express , merupkan bagian dari Product Visual Studio. Microsoft membuat Microsoft Visual Studio 2005 Express edition untuk pemula dan yg gemar dengan VB, salah satu produknya adalah Visual Basic 2005 Express yg merupakan produk gratis dari Microsoft.
• Visual Basic “Orcas”, dijadwalkan akan dirilis pada tahun 2007 dan dibangung diatas .NET 3.5. Pada rilis ini , Microsoft menambahkan beberapa fitur , diantaranya : True Tenary operator , yaitu fungsi If(boolean,value, value) yg digunakan untuk menggantikan fungsi IIF, LINQ Support, Ekspresi Lambda, XML Literals, Nullable types, Type Inference.
• Visual Basic ‘VBx’, Visual Basic 10, yang juga dkenal dengan nama VBx, akan menawarkan dukungan untuk Dynamic Language Runtime. VB 10 direncanakan akan menjadi bagian da 15. an dari SilverLight 1.1
7

Gambar 7: Tampilan Microsoft Visual Basic 10
B. Pengertian Visual Basic
Visual Basic pada dasarnya adalah bahasa pemograman komputer. Bahasa pemograman adalah perintah – perintah atau instruksi yang dimengerti oleh computer. untuk melakukan tugas-tugas tertentu. Bahasa pemograman visual basic merupakan bahasa yang mudah dipahami sehingga manusia sekarang lebih banyak memilih pemograman Visual Basic. Visual Basic selain disebut sebagai bahasa pemograman, juga sering disebut sarana (tool) untuk menghasilkan program – program aplikasi berbasis windows. Beberapa kemampuan atau menfaat dari Visual Basic diantaranya seperti:
a. Untuk membuat program aplikasi berbasis Windows.
b. Untuk membuat objek-objek pembantu program seperti control Activex, File, Help, Aplikasi internet dan sebagainya.
c. Menguji program dan menghasilkan program akhir berakhiran EXE yang bersifat Executable, atau dapat langsung dijalankan.
Bagi programmer pemula yang baru ingin belajar program, lingkungan Visual Basic dapat membantu membuat program berbasis Windows dengan mudah. Sedangkan bagi programmer tingkat lanjut, dengan kemampuannya yang besar dapat digunakan untuk membuat program yang kompleks, misalnya dalam lingkungan Netwoking atau Clien Server.
8
Bahasa pemograman Visual Basic cukup sederhana dan menggunakan kata-kata bahasa inggris yang umum digunakan dan tidak perlu lagi menghapal sintaks-sintaks maupun format-format bahasa yang bermacam-macam. Didalam Visual Basic semuanya sudah disediakan dalam pilihan-pilihan yang tinggal diambil sesuai kebutuhan. Selain itu, sarana pengembangannya yang bersifat visual lebih memudahkan untuk mengembangkan program aplikasi berbasis Windows ini, bersifat Mouse Driven (digerakkan dengan mouse) dan berdaya guna tinggi. Sejak dikembangkan pada tahun 80-an, Visual Basic kini telah mencapai versinya yang ke-6. Beberapa keistimewaan utama dari Visual Basic 6 diantaranya seperti :
• Menggunakan platform pembuatan programan yang diberi nama Developer Studio, yang memiliki tampilan dan sarana yang sama dengan Visual C++ dan Visual J++. Dengan begitu Anda dapat berimigrasi atau belajar cepat bahasa pemrograman lainnya dengan mudah dan
cepat tanpa harus belajar dari nol lagi.
• Memiliki beberapa tambahan sarana wizard yang baru. Wizard adalah sarana yang mempermudah dalam pembuatan aplikasi dengan mengotomatisasi tugas-tugas tertentu.
• Akses data lebih cepat dan andal untuk membuat aplikasi database berkemampuan tinggi.
C. Struktur Aplikasi Visual Basic
Lingkungan pemograman visual basic mengandung semua sarana yang anda butuhkan untuk membangun program – program yang hebat untuk windows dengan cepat dan efisien, visual basic merupakan bahasa pemrograman terstruktur.
 Struktur aplikasi visual basic terdiri dari :
1. Form, yaitu windows atau jendela dimana anda akan membuat user interface atau tampilan yang merupakan antarmuka program yang akan dibuat.
2. Kontrol, yaitu tampilan berbasis grafis yang dimasukkan pada form untuk membuat interaksi dengan pemakai (textbox, label, frame, dan lain-lain).
3. Propertis, yaitu nilai atau karakteristik yang dimiliki oleh sebuah objek visual basic. Contoh : Name, Caption, Size, dan lain-lain.
4. Metode, yaitu serangkaian perintah yang sudah tersedia suatu yang dapat diminta untuk mengerjakan tugas khusus.
9
5. Prosedure Kejadian/Event Prosedure, yaitu kode yang berhubungan dengan suatu objek yang dapat diminta untuk mengerjakan tugas khusus. Kode ini akan mengeksekusi ketika ada respon dari pemakai kode ketika ada event tertentu.
6. Prosedure Umum, yaitu kode yang tidak berhubungan dengan suatu objek. Kode ini harus diminta oleh aplikasi.
7. Modul/Module, yaitu kumpulan dari prosedure umum, deklarasi variable dan defenisi konstanta yang digunakan oleh aplikasi.
 Visual basic juga mempunyai tampilan layar yang terdiri dari :
1. Main Windows ( Jendela Utama )
Yang terdiri dari title bar ( baris judul ), menu bar, dan tool bar, baris judul berisi nama proyek. Baris judul juga berisi mode operasi. Visual basic sekarang dan form yang aktif. Menu bar merupakan menu drop-down dimana dapat mengontrol operasi lingkungan visual basic. Toolbar berisi kumpulan gambar yang mewakili perubahan yang ada di menu. Jendela utama juga menampilkan lokasi dari form aktif di sudut kiri atas layar, lebar serta panjang form.

Gambar 8: Jendela Utama Visual basic
2. Form Windows ( Jendela Form ) adalah pusat dari pengembangan aplikasi visual basic. Disinilah tempat merancang aplikasi yang akan atau kita inginkan.
10

Gambar 9: Jendela Form
3. Project Windows (Jendela Proyek), menampilkan daftar form dan modul proyek. Proyek merupakan kumpulan dari modul form, modul class, modul standart, dan file sumber yang membentuk suatu aplikasi.

Gambar 10: Jendela Proyek
4. Toolbox adalah kumpulan dari proyek yang digunakan atau membuat user interface serta control bagi program aplikasi. Ada dua cara untuk menempatkan kontrol pada suatu form.
a. Klik ganda kontrol dalam toolbox, selanjutnya anda dapat mengubah besar dan ukuran serta memindahkannya dengan metode drag dan drop.
11
b. Klik kontrol dalam toolbox, kemudian pindahkan pointer mouse pada jendela form, kursor akan berubah menjadi crosshairt(+).

Gambar 11: kontrol box
5. Properti Windows (Jendela Properti) berisi daftar struktur setting property yang digunakan pada sebuah objek yang terpilih. Kotak drop-down pada bagian atas jendela berisi daftar semua objek pada form yang aktif. Ada dua tab tampilan : Alphabetic (urut abjat) dan Catagorized (urut berdasarkan kelompok).

Gambar 12: Jendela Properti
12
6. Form Layout Windows (Jendela Layout Form) menampilkan posisi form relatif terhadap layar monitor pada saat program dijalankan atau dieksekusi (Running/Compiling).

Gambar 13: Jendela Layout Form
D. Kelebihan Dan Kekurangan Visual Basic
Kelebihan :
1. Pengguna dengan dasar pemrograman apapun bisa dengan mudah menggunakan.
2. Ketika kita melakukan instalasi program lain yang mendukung penggunaannya dalam VB, maka komponen dari program tersebut bisa di masukkan dalam daftar komponen VB.
3. Ketika kita melakukan kesalahan penulisan kode, VB secara otomatis membetulkannya dan tidak perlu kita bersusah payah mendeklarasikan komponen ke dalam list code.
Kekurangan :
1. Sifatnya komersial
2. File VB sering menjadi target serangan virus.
3. Dokumentasi sebenarnya lengkap dalam MSDN, namun untuk instalasi MSDN membutuhkan biaya dan space hardisk yang besar.
13
E. Tipe Data di Visual Basic 6.0
Visual basic 6.0 mempunyai beberapa jenis data. Untuk mendefinisikan jenis data pada sebuah variabel, visual basic menggunakan satu karakter tanda yang diletakkan di akhir nama sebuah variabel. Jenis data dalam visual basic yaitu :
Tabel Jenis Data pada Visual Basic dan Akhirannya
Jenis Data Akhiran
Boolean Tidak Ada
Integer %
Long Integer &
Double (Floating) #
Single (Floating) !
Currency @
Date Tidak Ada
Object Tidak Ada
String $
Variant Tidak Ada
F. Batasan Data dalam Visual Basic 6.0
Data yang digunakan dalam visual basic mempunyai batasan-batasan yang ditentukan oleh besarnya tempat yang disediakan oleh penyimpanannya dalam memory. Adapun batasan-batasan data tersebut dapat dilihat pada tabel berikut ini.
14
Tabel Type Data
Jenis Data Ukuran Range/Batasan
Byte 1 byte 0 sampai dengan 255
Boolean 2 bytes True atau False
Integer 2 bytes -32, 68 sampai dengan 32, 767
Long (Long Integer) 4 bytes -2, 147, 483, 648, sampai dengan 2, 147, 483, 647
Single (Single-Precision-Floating-Point) 4 bytes Negatif : -3,402823E38 sampai dengan 1,401298E45
Positif : 1,4.1298E45 sampai dengan 3,402523E8
Date 8 bytes 1 Januari 100 sampai dengan 1 Desember 9999
Object 1 byte Semua referensi object
String (Variable-Length) 10 bytes + panjang string 0 sampai kira-kira 2 milyar
String (Fixed-Length) Sepanjang string 1 sampai kira-kira 65,400
Variant (with numbers) 16 bytes Semua numeric sesuai batasan pada jenis data double
Variant (with characters) 22 bytes + panjang string Batasannya sama seperti panjang variable string yaitu 0 sampai kira-kira 2 billion
User defined
(Menggunakan type) Sebesar elemen yang dibutuhkan Setiap elemen sama batasannya dengan jenis datanya
15
G. Contoh Program (Kalkulator)
• Source Code

16

17
• Tampilan From Program

18
Bab III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Dari pembahasan di atas dapat di simpulkan, bahwa bahasa pemograman visual basic merupakan pemrograman berbasis Windows. Visual Basic juga merupakan bahasa pemrograman Object Oriented Programming (OOP), yaitu pemrograman yang berorientasi objek. Visual Basic menyediakan objek-objek yang sangat kuat, berguna, dan mudah dipakai. Dengan fasilitas tersebut, membuat Visual Basic menjadi begitu diinginkan oleh programmer.
B. Saran
Diharapkan mahasiswa mau mempelajari dan mengembangkan bahasa pemograman visual basic sebab visual basic merupakan bahasa yang mudah untuk di pelajari dan sangat menarik , maka Penulis berharap kepada pembaca (khususnya pemula), untuk sejak dini mempelajari dan mengembangkan bahasa pemrograman tersebut.

cara menjalankan Mysql

Saya akan menjelaskan dari awal, mulai dari Instalasi sampai dengan bagaimana menampilkan data MySQL di Browser.
1. Instalasi
Silahkan download distribusi paket PHP – Apache – MySQL – phpMyadmin. Saya menggunakan distribusi Vertrigo 2.10 yang tersedia di web http://sourceforge.org dengan spesifikasi sebagai berikut :
- Apache 2.0.59
- PHP 5.1.4
- MySQL 5.0.24
- PhpMyAdmin 2.8.2.1
Untuk editornya, saya menggunakan Macromedia Dreamweaver MX 2004, dan kadang-kadang menggunakan EditPlus biar cepat, maklum komputer saya jaman jebot
2. Membuat Database dan Tabel
Sebelum membuat database tabel di MySQL, pastikan bahwa semua Service berjalan (Apache). Saya biasanya menggunakan phpMyadmin untuk membuat database, membuat tabel, mengisi tabel dan sebagainya (klo ada yg mudah, kenapa susah-susah). Buat database, misalnya databse dengan nama project. Untuk mengakses phpMyadmin ketik http://localhost/phpmyadmin di browser.
CREATE DATABASE project;
Kemudian buat satu tabel dengan nama tabel users
CREATE TABLE users (
username VARCHAR(32) NOT NULL,
password VARCHAR(32) NOT NULL,
full_name VARCHAR(50) NOT NULL,
PRIMARY KEY (username)
)
Masukkan minimal dua record (data) ke tabel users
INSERT INTO users (username, password, full_name) VALUES
(‘tiago’, ‘71460’, ‘Tiago Fernandes’),
(‘joel’, ‘7031′, ‘Joel Dillak’);
3. Koneksi PHP ke MySQL
Buka editor pavorit Anda, langsung aja ketik script di bawah ini :
/**
* Koneksi PHP ke MySQL
* date: mei 2011
* tujuan: Tutorial aja
* @author credit to Tiago
*/
/*
* koneksi ke MySQL
* script : mysql_connect(“host”, “username”, “password”);
*/
$conn = mysql_connect(“localhost”, “root”, “”);
if ($conn){ // => sama dengan if ($conn == true)
echo “Koneksi ke Server sukses
”;
} else {
echo “Koneksi ke Server Gagal
”;
exit; // => program tidak akan mengeksekusi code berikutnya (keluar)
}
/*
* memilih database
* script : mysql_select_db(“nama_database”);
*/
$select_db = mysql_select_db(“project”);
if ($select_db){
echo “Memilih database sukses
”;
} else {
echo “Memilih database Gagal
”;
exit;
}
/*
* menampilkan data
* script query ke database : mysql_query(“SQL statement”);
* script ambil data : mysql_fetch_array(“Hasil Query”);
*/
$sql = “SELECT * FROM users”; // Perintah SQL untuk menampilkan data seluruhnya
$res = mysql_query($sql); // Perintah Query ke database
while ($row = mysql_fetch_array($res)){ // Looping selama data ada
echo “Nama : $row[full_name]
”; // Menampilkan data di kolom (field) full_name
}
?>
Ternyata mudah yah, tapi dulu ga semudah yang saya bayangkan, berapa kali try and error, memang penuh perjuangan dan sedikit kesabaran. Ada beberapa error yang mungkin muncul, diantaranya :
Error:
Warning: mysql_connect() [function.mysql-connect]: Access denied for user ‘root’@'localhost’ (using password: YES) in G:\Web\VertrigoServ\www\exercise\blog\index.php on line 13
Solusinya:
Tenang, jangan panik, cek baris 13. Biasanya ada kesalahan setting pada script ini mysql_connect(“host”, “username”, “password”) host = localhost, username = root dan password = password_anda, jika password kosong cukup tulis mysql_connect(“host”, “username”, “”).
Error:
Parse error: parse error, unexpected ‘=’ in G:\Web\VertrigoServ\www\exercise\blog\index.php on line 25
Solusi:
Kalau error seperti itu, biasanya kesalahan penulisan script, misalnya kurang $ ($conn => conn), yang lain, cari aja sendiri.
Email ThisBlogThis!Share to TwitterShare to Facebook

narsis

Selasa, 11 Oktober 2011

TUGAS KEYASCII

ngguna dapat menggunakan karakter ASCII dengan menekan tombol Alt+[nomor nilai ANSI (desimal)]. Sebagai contoh, tekan kombinasi tombol Alt+87 untuk karakter huruf latin "W" kapitaL



KarakterNilai Unicode
(heksadesimal)
Nilai ANSI ASCII
(desimal)
Keterangan
NUL00000Null (tidak tampak)
SOH00011Start of heading (tidak tampak)
STX00022Start of text (tidak tampak)
ETX00033End of text (tidak tampak)
EOT00044End of transmission (tidak tampak)
ENQ00055Enquiry (tidak tampak)
ACK00066Acknowledge (tidak tampak)
BEL00077Bell (tidak tampak)
BS00088Menghapus satu karakter di belakang kursor (Backspace)
HT00099Horizontal tabulation
LF000A10Pergantian baris (Line feed)
VT000B11Tabulasi vertikal
FF000C12Pergantian baris (Form feed)
CR000D13Pergantian baris (carriage return)
SO000E14Shift out (tidak tampak)
SI000F15Shift in (tidak tampak)
DLE001016Data link escape (tidak tampak)
DC1001117Device control 1 (tidak tampak)
DC2001218Device control 2 (tidak tampak)
DC3001319Device control 3 (tidak tampak)
DC4001420Device control 4 (tidak tampak)
NAK001521Negative acknowledge (tidak tampak)
SYN001622Synchronous idle (tidak tampak)
ETB001723End of transmission block (tidak tampak)
CAN001824Cancel (tidak tampak)
EM001925End of medium (tidak tampak)
SUB001A26Substitute (tidak tampak)
ESC001B27Escape (tidak tampak)
FS001C28File separator
GS001D29Group separator
RS001E30Record separator
US001F31Unit separator
SP002032Spasi
 !002133Tanda seru (exclamation)
"002234Tanda kutip dua
#002335Tanda pagar (kres)
$002436Tanda mata uang dolar
 %002537Tanda persen
&002638Karakter ampersand (&)
002739Karakter Apostrof
(002840Tanda kurung buka
)002941Tanda kurung tutup
*002A42Karakter asterisk (bintang)
+002B43Tanda tambah (plus)
,002C44Karakter koma
-002D45Karakter hyphen (strip)
.002E46Tanda titik
/002F47Garis miring (slash)
0003048Angka nol
1003149Angka satu
2003250Angka dua
3003351Angka tiga
4003452Angka empat
5003553Angka lima
6003654Angka enam
7003755Angka tujuh
8003856Angka delapan
9003957Angka sembilan
 :003A58Tanda titik dua
 ;003B59Tanda titik koma
<003C60Tanda lebih kecil
=003D61Tanda sama dengan
>003E62Tanda lebih besar
 ?003F63Tanda tanya
@004064A keong (@)
A004165Huruf latin A kapital
B004266Huruf latin B kapital
C004367Huruf latin C kapital
D004468Huruf latin D kapital
E004569Huruf latin E kapital
F004670Huruf latin F kapital
G004771Huruf latin G kapital
H004872Huruf latin H kapital
I004973Huruf latin I kapital
J004A74Huruf latin J kapital
K004B75Huruf latin K kapital
L004C76Huruf latin L kapital
M004D77Huruf latin M kapital
N004E78Huruf latin N kapital
O004F79Huruf latin O kapital
P005080Huruf latin P kapital
Q005181Huruf latin Q kapital
R005282Huruf latin R kapital
S005383Huruf latin S kapital
T005484Huruf latin T kapital
U005585Huruf latin U kapital
V005686Huruf latin V kapital
W005787Huruf latin W kapital
X005888Huruf latin X kapital
Y005989Huruf latin Y kapital
Z005A90Huruf latin Z kapital
[005B91Kurung siku kiri
\005C92Garis miring terbalik (backslash)
]005D93Kurung sikur kanan
^005E94Tanda pangkat
_005F95Garis bawah (underscore)
`006096Tanda petik satu
a006197Huruf latin a kecil
b006298Huruf latin b kecil
c006399Huruf latin c kecil
d0064100Huruf latin d kecil
e0065101Huruf latin e kecil
f0066102Huruf latin f kecil
g0067103Huruf latin g kecil
h0068104Huruf latin h kecil
i0069105Huruf latin i kecil
j006A106Huruf latin j kecil
k006B107Huruf latin k kecil
l006C108Huruf latin l kecil
m006D109Huruf latin m kecil
n006E110Huruf latin n kecil
o006F111Huruf latin o kecil
p0070112Huruf latin p kecil
q0071113Huruf latin q kecil
r0072114Huruf latin r kecil
s0073115Huruf latin s kecil
t0074116Huruf latin t kecil
u0075117Huruf latin u kecil
v0076118Huruf latin v kecil
w0077119Huruf latin w kecil
x0078120Huruf latin x kecil
y0079121Huruf latin y kecil
z007A122Huruf latin z kecil
{007B123Kurung kurawal buka
¦007C124Garis vertikal (pipa)
}007D125Kurung kurawal tutup
~007E126Karakter gelombang (tilde)
DEL007F127Delete

0080128Dicadangkan

0081129Dicadangkan

0082130Dicadangkan

0083131Dicadangkan
IND0084132Index
NEL0085133Next line
SSA0086134Start of selected area
ESA0087135End of selected area

0088136Character tabulation set

0089137Character tabulation with justification

008A138Line tabulation set
PLD008B139Partial line down
PLU008C140Partial line up

008D141Reverse line feed
SS2008E142Single shift two
SS3008F143Single shift three
DCS0090144Device control string
PU10091145Private use one
PU20092146Private use two
STS0093147Set transmit state
CCH0094148Cancel character
MW0095149Message waiting

0096150Start of guarded area

0097151End of guarded area

0098152Start of string

0099153Dicadangkan

009A154Single character introducer
CSI009B155Control sequence introducer
ST009C156String terminator
OSC009D157Operating system command
PM009E158Privacy message
APC009F158Application program command

00A0160Spasi yang bukan pemisah kata
¡00A1161Tanda seru terbalik
¢00A2162Tanda sen (Cent)
£00A3163Tanda Poundsterling
¤00A4164Tanda mata uang (Currency)
¥00A5165Tanda Yen
¦00A6166Garis tegak putus-putus (broken bar)
§00A7167Section sign
¨00A8168Diaeresis
©00A9169Tanda hak cipta (Copyright)
ª00AA170Feminine ordinal indicator
«00AB171Left-pointing double angle quotation mark
¬00AC172Not sign
00AD173Tanda strip (hyphen)
®00AE174Tanda merk terdaftar
¯00AF175Macron
°00B0176Tanda derajat
±00B1177Tanda kurang lebih (plus-minus)
²00B2178Tanda kuadrat (pangkat dua)
³00B3179Tanda kubik (pangkat tiga)
´00B4180Acute accent
µ00B5181Micro sign
00B6182Pilcrow sign
·00B7183Middle dot

1

TUGAS KEYASCII

ngguna dapat menggunakan karakter ASCII dengan menekan tombol Alt+[nomor nilai ANSI (desimal)]. Sebagai contoh, tekan kombinasi tombol Alt+87 untuk karakter huruf latin "W" kapitaL

KarakterNilai Unicode
(heksadesimal)
Nilai ANSI ASCII
(desimal)
Keterangan
NUL00000Null (tidak tampak)
SOH00011Start of heading (tidak tampak)
STX00022Start of text (tidak tampak)
ETX00033End of text (tidak tampak)
EOT00044End of transmission (tidak tampak)
ENQ00055Enquiry (tidak tampak)
ACK00066Acknowledge (tidak tampak)
BEL00077Bell (tidak tampak)
BS00088Menghapus satu karakter di belakang kursor (Backspace)
HT00099Horizontal tabulation
LF000A10Pergantian baris (Line feed)
VT000B11Tabulasi vertikal
FF000C12Pergantian baris (Form feed)
CR000D13Pergantian baris (carriage return)
SO000E14Shift out (tidak tampak)
SI000F15Shift in (tidak tampak)
DLE001016Data link escape (tidak tampak)
DC1001117Device control 1 (tidak tampak)
DC2001218Device control 2 (tidak tampak)
DC3001319Device control 3 (tidak tampak)
DC4001420Device control 4 (tidak tampak)
NAK001521Negative acknowledge (tidak tampak)
SYN001622Synchronous idle (tidak tampak)
ETB001723End of transmission block (tidak tampak)
CAN001824Cancel (tidak tampak)
EM001925End of medium (tidak tampak)
SUB001A26Substitute (tidak tampak)
ESC001B27Escape (tidak tampak)
FS001C28File separator
GS001D29Group separator
RS001E30Record separator
US001F31Unit separator
SP002032Spasi
 !002133Tanda seru (exclamation)
"002234Tanda kutip dua
#002335Tanda pagar (kres)
$002436Tanda mata uang dolar
 %002537Tanda persen
&002638Karakter ampersand (&)
002739Karakter Apostrof
(002840Tanda kurung buka
)002941Tanda kurung tutup
*002A42Karakter asterisk (bintang)
+002B43Tanda tambah (plus)
,002C44Karakter koma
-002D45Karakter hyphen (strip)
.002E46Tanda titik
/002F47Garis miring (slash)
0003048Angka nol
1003149Angka satu
2003250Angka dua
3003351Angka tiga
4003452Angka empat
5003553Angka lima
6003654Angka enam
7003755Angka tujuh
8003856Angka delapan
9003957Angka sembilan
 :003A58Tanda titik dua
 ;003B59Tanda titik koma
<003C60Tanda lebih kecil
=003D61Tanda sama dengan
>003E62Tanda lebih besar
 ?003F63Tanda tanya
@004064A keong (@)
A004165Huruf latin A kapital
B004266Huruf latin B kapital
C004367Huruf latin C kapital
D004468Huruf latin D kapital
E004569Huruf latin E kapital
F004670Huruf latin F kapital
G004771Huruf latin G kapital
H004872Huruf latin H kapital
I004973Huruf latin I kapital
J004A74Huruf latin J kapital
K004B75Huruf latin K kapital
L004C76Huruf latin L kapital
M004D77Huruf latin M kapital
N004E78Huruf latin N kapital
O004F79Huruf latin O kapital
P005080Huruf latin P kapital
Q005181Huruf latin Q kapital
R005282Huruf latin R kapital
S005383Huruf latin S kapital
T005484Huruf latin T kapital
U005585Huruf latin U kapital
V005686Huruf latin V kapital
W005787Huruf latin W kapital
X005888Huruf latin X kapital
Y005989Huruf latin Y kapital
Z005A90Huruf latin Z kapital
[005B91Kurung siku kiri
\005C92Garis miring terbalik (backslash)
]005D93Kurung sikur kanan
^005E94Tanda pangkat
_005F95Garis bawah (underscore)
`006096Tanda petik satu
a006197Huruf latin a kecil
b006298Huruf latin b kecil
c006399Huruf latin c kecil
d0064100Huruf latin d kecil
e0065101Huruf latin e kecil
f0066102Huruf latin f kecil
g0067103Huruf latin g kecil
h0068104Huruf latin h kecil
i0069105Huruf latin i kecil
j006A106Huruf latin j kecil
k006B107Huruf latin k kecil
l006C108Huruf latin l kecil
m006D109Huruf latin m kecil
n006E110Huruf latin n kecil
o006F111Huruf latin o kecil
p0070112Huruf latin p kecil
q0071113Huruf latin q kecil
r0072114Huruf latin r kecil
s0073115Huruf latin s kecil
t0074116Huruf latin t kecil
u0075117Huruf latin u kecil
v0076118Huruf latin v kecil
w0077119Huruf latin w kecil
x0078120Huruf latin x kecil
y0079121Huruf latin y kecil
z007A122Huruf latin z kecil
{007B123Kurung kurawal buka
¦007C124Garis vertikal (pipa)
}007D125Kurung kurawal tutup
~007E126Karakter gelombang (tilde)
DEL007F127Delete

0080128Dicadangkan

0081129Dicadangkan

0082130Dicadangkan

0083131Dicadangkan
IND0084132Index
NEL0085133Next line
SSA0086134Start of selected area
ESA0087135End of selected area

0088136Character tabulation set

0089137Character tabulation with justification

008A138Line tabulation set
PLD008B139Partial line down
PLU008C140Partial line up

008D141Reverse line feed
SS2008E142Single shift two
SS3008F143Single shift three
DCS0090144Device control string
PU10091145Private use one
PU20092146Private use two
STS0093147Set transmit state
CCH0094148Cancel character
MW0095149Message waiting

0096150Start of guarded area

0097151End of guarded area

0098152Start of string

0099153Dicadangkan

009A154Single character introducer
CSI009B155Control sequence introducer
ST009C156String terminator
OSC009D157Operating system command
PM009E158Privacy message
APC009F158Application program command

00A0160Spasi yang bukan pemisah kata
¡00A1161Tanda seru terbalik
¢00A2162Tanda sen (Cent)
£00A3163Tanda Poundsterling
¤00A4164Tanda mata uang (Currency)
¥00A5165Tanda Yen
¦00A6166Garis tegak putus-putus (broken bar)
§00A7167Section sign
¨00A8168Diaeresis
©00A9169Tanda hak cipta (Copyright)
ª00AA170Feminine ordinal indicator
«00AB171Left-pointing double angle quotation mark
¬00AC172Not sign
00AD173Tanda strip (hyphen)
®00AE174Tanda merk terdaftar
¯00AF175Macron
°00B0176Tanda derajat
±00B1177Tanda kurang lebih (plus-minus)
²00B2178Tanda kuadrat (pangkat dua)
³00B3179Tanda kubik (pangkat tiga)
´00B4180Acute accent
µ00B5181Micro sign
00B6182Pilcrow sign
·00B7183Middle dot
1